PASAR ENERGI
Pemangkasan Ekspor Gas ke Singapura Diproyeksi Lanjut hingga 2028
Sabrina Mulia Rhamadanty
28 October 2026 10:00

Bloomberg Technoz, Jakarta – Praktisi senior industri minyak dan gas bumi (migas) serta Direktur Utama PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC) Hadi Ismoyo mengatakan kebijakan pemangkasan (cut of gas) ekspor gas bumi dari Indonesia ke Singapura berpotensi berlanjut secara hingga seluruh masa kontrak pasokan berakhir pada 2028.
Kebijakan pengurangan alokasi ekspor tersebut diambil demi memprioritaskan pemenuhan pasokan gas untuk kebutuhan dalam negeri, khususnya bagi sektor pembangkitan listrik nasional yang dikelola oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN.
Hadi Ismoyo menekankan konsumsi dan kebutuhan pasokan energi listrik yang dikelola oleh PLN terus mengalami peningkatan dan memiliki sifat dasar yang tidak bisa ditunda.
"Ini kontrak kedua yang berlangsung 2003—2028, karena kebutuhan PLN sifatnya permanen. Maka cut of gas ini bisa berlangsung diperpanjang juga," kata Hadi saat dihubungi Bloomberg Technoz, Rabu (28/10/2026).
Menurut penjelasan Hadi, sifat kebutuhan PLN yang bersifat permanen dan terus berkelanjutan untuk menjaga keandalan listrik nasional, pemotongan volume gas yang dialokasikan ke negara tetangga tersebut berisiko tidak hanya bersifat sementara.






























