Logo Bloomberg Technoz

"Kami menilai Kevin Warsh (Gubernur The Fed) dan anggota FOMC lainnya semakin mengkhawatirkan inflasi dan tetap berniat menaikkan suku bunga lebih lanjut, serta akan memberikan sinyal tersirat mengenai hal tersebut," sebut Roth, seperti dikutip Bloomberg News. 

Dari sisi domestik, rupiah masih diliputi sentimen terkait perubahan klasifikasi pasar saham domestik oleh MSCI. Sentimen itu membuat investor melakukan panic selling di pasar saham dan obligasi. Aksi jual masih berlanjut di pasar surat utang dan mengerek yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun naik jadi 7,55%, tertinggi dalam empat tahun terakhir. 

Sikap pasar itu juga berdampak pada hasil lelang surat utang, yang juga mendingin. Alhasil, pemerintah hanya mengantongi Rp20,65 triliun, di bawah target indikatif Rp30 triliun.

Nilai dana yang dihimpun itu turun lantaran penawaran yang masuk ikut merosot 52,05% jadi Rp31,09 triliun, dari lelang surat utang sebelumnya yang sentuh Rp64,86 triliun. 

Meski begitu, Kepala Ekonom PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) Juniman menyatakan bahwa selisih imbal hasil (spread) antara obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun dan US Treasury tenor 10 tahun masih cukup lebar, yakni 248 basis poin. "Kondisi ini dinilai masih menarik bagi investor asing," sebut Juniman dalam catatannya. 

Sementara, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas Lionel Priyadi berpandangan tekanan di pasar surat utang terjadi lantaran investor mengkhawatirkan arah kebijakan Bank Indonesia (BI) pada bulan ini yang dinilai penuh kontradiksi. Sedangkan, risiko arus modal asing keluar dari pasar saham semakin nyata. 

Lionel memperkirakan depresiasi terhadap rupiah hari ini bisa berlanjut ke rentang Rp18.150-18.250/US$, meski BI kemungkinan akan terus melakukan intervensi. 

Berdasarkan analisis Tim Riset Bloomberg Technoz, secara teknikal pergerakan rupiah hari ini akan bergerak menuju target pelemahan di level Rp18.200/US$, setelah menembus support potensial trendline channel-nya pagi ini. 

(dsp/aji)

No more pages