Logo Bloomberg Technoz

Gerak IHSG Hari Ini: Tertekan Pelemahan Rupiah & Yield SBN

Muhammad Fikri
28 October 2026 08:10

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak sideways dengan kecenderungan tertekan pada perdagangan Rabu (28/10/2026), di tengah pelemahan rupiah, kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN), serta berlanjutnya aksi jual investor asing.

Pada perdagangan Selasa (27/10/2026), IHSG ditutup melemah 1,99% ke level 5.266,13. Tekanan pasar juga disertai aksi jual bersih investor asing atau net sell sekitar Rp709 miliar, dengan saham BMRI, TLKM, BBNI, BRIS, dan BBCA menjadi saham yang paling banyak dijual asing, berdasarkan data BNI Sekuritas.

Economist and Fixed Income Analyst BCA Sekuritas Felix Darmawan menilai pelemahan IHSG masih dipengaruhi kombinasi tekanan terhadap rupiah yang telah menyentuh kisaran Rp18.150 per dolar AS, kenaikan yield SBN tenor 10 tahun ke sekitar 7,5%, serta arus keluar modal asing yang masih berlanjut.

IHSG Penutupan Sesi II pada Selasa 27 Oktober 2026 (Bloomberg)

“Untuk memulihkan kepercayaan pasar, investor menantikan kepastian kebijakan serta implementasi reformasi pasar modal yang sejalan dengan masukan MSCI,” kata Felix.

Menurut dia, sebagian saham Indonesia mulai terlihat lebih menarik dari sisi valuasi setelah koreksi pasar. Namun, peluang akumulasi saham dinilai akan lebih besar apabila tekanan terhadap rupiah, pasar obligasi, dan arus keluar modal mulai mereda.