PEMBANGKIT NUKLIR
Tanpa NEPIO, Proyek PLTN RI Rawan Mandek di Tengah Asa Transisi
Sabrina Mulia Rhamadanty
27 October 2026 16:30

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ketua Global Institute for Nuclear Energy and Sustainable Development Institut Teknologi PLN (GINEST ITPLN) Agus Puji Prasetyono mengatakan keberadaan lembaga pelaksana program energi nuklir atau Nuclear Energy Program Implementation Organization (NEPIO) menjadi sarana krusial untuk memastikan keberlanjutan proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia.
Tanpa adanya pembentukan NEPIO yang independen dan berwenang penuh, ambisi pemerintah untuk meluncurkan energi nuklir untuk mendukung transisi energi berisiko besar menemui jalan buntu alias mangkrak di tengah jalan.
Agus menilai pembentukan badan khusus tersebut bukan sekadar kelengkapan administrasi, melainkan standar mutlak yang ditetapkan oleh Badan Energi Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA) bagi negara yang ingin mengoperasikan PLTN secara aman dan efisien.
"Indonesia tidak bisa melangkah ke tahap komersialisasi PLTN jika NEPIO belum resmi dibentuk dan beroperasi secara efektif. Lembaga ini yang bertindak sebagai dirigen utama koordinasi lintas kementerian dan regulator," ujar Agus saat dihubungi Bloomberg Technoz, Selasa (27/10/2026).
Ketiadaan badan ini dinilai berpotensi memicu ketidakpastian regulasi serta keraguan investor global yang hendak menyuntikkan modal modal besar pada ekosistem energi bersih skala komersial di Tanah Air.





























