Logo Bloomberg Technoz

Deretan Sentimen yang Menekan IHSG hingga Turun 1,5% Pagi Ini

Muhammad Julian Fadli
28 October 2026 09:20

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Rabu (28/10/2026), dibuka melemah. Hingga pukul 9.08 WIB, indeks kehilangan 79,22 poin atau setara dengan melemah 1,5% ke level 5.186.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) usai delapan menit berlangsung, volume perdagangan tercatat 2,89 miliar saham dengan nilai transaksi Rp1,2 triliun. Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 146.023 kali.

Sebanyak 388 saham melemah, dan 167 saham menguat. Sementara, 157 saham tidak bergerak.


Mencermati analisis saham pada perdagangan hari ini, Rabu (28/10/2026), mengutip BRI Danareksa Sekuritas, IHSG tertekan seiring berlanjutnya aksi profit taking dan aksi jual di pasar domestik. Sentimen negatif datang dari pelemahan rupiah yang menembus level Rp18.180 per dolar AS pagi hari ini, arus keluar modal asing (capital outflow), serta meningkatnya risiko di pasar surat utang. Yield SBN tenor 10 tahun menembus 7,5%, tertinggi sejak Oktober 2022 dan melampaui asumsi APBN 2026 sebesar 6,9%.

Perdagangan hari ini akan diwarnai penantian rilis kinerja emiten kuartal III-2026, perkembangan kebijakan BEI terkait pengecualian saham berkonsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) dari perhitungan IHSG mulai 2 November, serta keputusan The Fed.