Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Dibuka di Level Rp17.914/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
14 October 2026 09:22

Nasabah menukarkan uang rupiah ke dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Nasabah menukarkan uang rupiah ke dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah dibuka melemah 0,1% ke Rp17.914/US$ pada perdagangan spot Rabu (14/10/2026), menyusul tingginya harga minyak hingga sentuh US$107/barel. 

Meskipun indeks dolar Amerika Serikat (AS) sedikit terpangkas 0,02% ke 102,15, yield obligasi pemerintah AS, US Treasury, masih tinggi di posisi 5,21%. 

Sebagian mata uang Asia berhasil defensif dan menguat. Di antaranya, won Korea Selatan, baht Thailand, ringgit Malaysia, peso Filipina. Sementara, dolar Taiwan melemah bersama rupiah, yen Jepang, dan dolar Singapura. 

Pergerakan mata uang Asia beragam pada Rabu (14/10/2026). (Bloomberg)

Dari domestik, pelemahan rupiah dipicu oleh sejumlah sentimen di pasar keuangan. Mulanya, penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke 5.922,83 lantaran aksi jual yang dipicu oleh pembekuan perubahan indeks oleh MSCI. Lembaga ini tidak menerapkan penambahan saham baru dan migrasi naik antarkategori ukuran indeks sampai pemberitahuan berikutnya. 

Pasar saham Indonesia juga masih berpotensi mengalami penurunan klasifikasi pasar. Memang, Indonesia saat ini masih berstatus emerging market, tapi MSCI masih memperpanjang penilaian hingga November 2026, dan membuka kemungkinan reklasifikasi menjadi frontier market jika kemajuan reformasi di pasar saham dinilai belum cukup.