Rupiah Hari Ini Balik Arah, Menguat Terbatas Ikut Mata Uang Asia
Tim Riset Bloomberg Technoz
12 October 2026 09:16

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan Senin (12/10/2026) dengan pelemahan terbatas 0,03% ke Rp17.888/US$, kala mayoritas mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Tak lama berselang, rupiah mampu berbalik arah dan menguat terbatas 0,03% Rp17.872/US$ pada 09.04 WIB, terdorong pergerakan mata uang Asia.
Dari kawasan, won Korea Selatan melesat 0,44% diikuti penguatan yang relatif lebih terbatas pada peso Filipina, ringgit Malaysia, yen Jepang, baht Thailand, dan dolar Singapura. Sebaliknya, dolar Taiwan melemah bersama yuan offshore dan yuan China yang tergerus tipis.
Penguatan pada mata uang Asia terjadi ditopang oleh harga minyak yang terpangkas 1,35% ke US$103,31/barel, usai klaim Presiden AS Donald Trump bahwa Rusia dan Ukraina bersepakat tentang gencatan senjata energi, meskipun ketegangan masih terjadi di Timur Tengah dengan adanya penyerangan kelompok Houthi terhadap bandara di Arab Saudi dan menyebabkan 12 orang meninggal dunia. Trump juga sebelumnya menyebut bahwa tidak akan ada penyerangan terhadap Iran hingga selesai pemilihan umum sela di AS.
Indeks dolar AS juga sedikit melandai dan tergerus tipis 0,07% ke 102,13, sementara tekanan di pasar obligasi AS masih terjadi dengan kenaikan tipis yield US Treasury 1,1 basis poin (bps) jadi 5,23%.
Namun, tekanan itu belum sepenuhnya berdampak pada pasar obligasi global, khususnya di pasar Asia. Obligasi pemerintah Jepang relatif stabil di 3%, China di 1,67%, dan Korea Selatan 4,39%. Di pasar obligasi RI, yield tenor 1-7 tahun terpantau turun dan masih bergerak di rentang 6,7% hingga 7,17%. Namun, tenor acuan 10 tahun masih terkerek naik 2,5 bps menjadi 7,2%.





























