Singapura Tahan Kebijakan Moneter, Turunkan Proyeksi Inflasi
News
14 October 2026 09:30

Claire Jiao dan Srinidhi Ragavendran - Bloomberg News
Bloomberg, Bank sentral Singapura secara tak terduga mempertahankan kebijakan moneternya, seiring perkiraan bahwa krisis pasokan energi global dan lonjakan industri kecerdasan buatan (AI) akan mereda tahun depan.
Monetary Authority of Singapore (MAS), yang menggunakan nilai tukar sebagai instrumen utama kebijakan moneter alih-alih suku bunga, mempertahankan kemiringan, lebar, dan titik tengah koridor kebijakannya. Demikian disampaikan dalam pernyataan pada Rabu (14/10). Keputusan ini menjadi yang pertama kalinya MAS menahan kebijakan setelah melakukan pengetatan berturut-turut dalam rapat April dan Juli.
Hanya tiga dari 20 ekonom yang disurvei Bloomberg News memperkirakan keputusan tersebut. Mayoritas ekonom memprediksi MAS akan meningkatkan kemiringan koridor kebijakannya. Sebagian besar responden juga memperkirakan bank sentral akan mempertahankan kecenderungan kebijakan yang hawkish atau ketat.
Dolar Singapura melemah 0,1% menjadi 1,28 per dolar AS setelah keputusan tak terduga tersebut diumumkan.

































