Logo Bloomberg Technoz

Awali Pekan, Rupiah Finis Sedikit di Atas Rp17.900/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
12 October 2026 15:33

Karyawan menghitung rupiah di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung rupiah di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan dengan pelemahan 0,11% ke Rp17.903/US$ pada Senin (12/10/2026). Mata uang Tanah Air bergerak terbatas, seiring sentimen domestik yang membayangi. 

Pergerakan rupiah hari ini (Bloomberg)

Di pasar obligasi sebagian tenor pendek mencatat aksi beli dengan penurunan yield dari tenor 1 tahun hingga 6 tahun menjadi 6,69% hingga 7,08%. Namun untuk tenor acuan 10 tahun masih mencatat aksi jual dan yield naik 2,5 bps jadi 7,2%. 

Tekanan terhadap rupiah datang dari sentimen domestik salah satunya penjualan ritel yang pada Agustus mengalami pemulihan konsumsi rumah tangga secara agregat, setelah mengalami kontraksi pada kuartal II-2026. 


Namun, pemulihan pada penjualan ritel belum sepenuhnya didukung oleh daya beli dengan data keyakinan konsumen yang melemah. Indeks Keyakinan Konsumen turun ke 118,1, dan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) ikut turun dari 109,4 menjadi 107,5. 

Tekanan inflasi juga masih tinggi, dengan inflasi umum September meningkat ke level tertinggi dalam tiga bulan, 3,28% naik dari 3,19% pada posisi Agustus. Sementara, harga pangan diperkirakan masih akan terus memberi tekanan kenaikan hingga akhir tahun.