Sekolah Bertingkat, Siasat Jakarta Hadapi Katerbatasan Lahan
Andrean Kristianto
13 October 2026 16:40
Bloomberg Technoz, Jakarta - Keterbatasan lahan di Jakarta membuat pembangunan sekolah tak lagi bisa mengandalkan bangunan melebar ke samping. Sejumlah sekolah kini berdiri menjulang hingga enam lantai, seperti di SDN Pejaten Timur 11 Pagi, Jakarta Selatan, yang kini memiliki ruang belajar lebih memadai setelah direnovasi.
Sebelum direnovasi, keterbatasan ruang kelas membuat sekolah tersebut harus membagi waktu belajar siswa ke dalam dua giliran, yakni pagi dan siang.
Baca Juga
“Tadinya sebelum dibangun ini, kita sempat ada yang masuknya itu shift-shiftan, jadi kelas satu itu pagi sampai sekitar pukul setengah sebelas, lalu dilanjutkan dengan shift yang siangnya sampai sekitar pukul empat belas lha. Saat ini kelas sudah mencukupi semua sehingga semuanya bisa masuk pagi,” kata Wakil Kepala Sekolah SDN Pejaten Timur 11 Pagi, Didik kepada Bloomberg Technoz, Selasa (13/10/2026).
Bangunan sekolah yang kini bertingkat tidak hanya menambah ruang kelas, tetapi juga dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang pembelajaran. Di antaranya, lift, toilet di setiap lantai, laboratorium ilmu pengetahuan alam (IPA), laboratorium komputer, serta panel surya di bagian atas gedung.
Pembangunan sekolah secara vertikal menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengoptimalkan lahan di tengah keterbatasan ruang dan meningkatnya harga tanah. Melalui pendekatan ini, fasilitas pendidikan dapat dikembangkan tanpa harus memperluas bangunan secara horizontal.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya telah merampungkan renovasi 16 dari 19 gedung sekolah yang menjadi target pada tahun anggaran 2025. Program renovasi dan revitalisasi tersebut dilaksanakan di lima wilayah administrasi Jakarta dengan total anggaran Rp 876,7 miliar.
(ain)


























