Logo Bloomberg Technoz

Serangan Iran di Hormuz Melonjak, Pasokan Minyak Terancam

News
14 October 2026 06:40

Tanker di Selat Hormuz. (Bloomberg)
Tanker di Selat Hormuz. (Bloomberg)

Grant Smith, Weilun Soon, Prejula Prem dan Anthony Di Paola - Bloomberg News

Bloomberg, Serangan Iran terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz meningkat tajam dan berpotensi mengancam pemulihan ekspor minyak dari kawasan Teluk Persia dalam beberapa waktu terakhir.

Sejumlah pelaku industri pelayaran mengatakan terdapat tanda-tanda bahwa arus pengiriman kargo melalui jalur tersebut mulai melambat, setelah meningkat mendekati level sebelum perang pada awal bulan ini. Meski demikian, belum ada bukti jelas mengenai perubahan aktivitas pemuatan minyak yang terpantau di sejumlah negara produsen utama di kawasan itu. Seorang pemilik kapal juga mengatakan bahwa lalu lintas melalui Selat Hormuz tampaknya belum dibatasi.


Eskalasi konflik di Timur Tengah terus meningkat. Arab Saudi menghadapi gelombang serangan dari kelompok Houthi di Yaman, kelompok pemberontak yang memiliki hubungan dengan Teheran. Situasi yang memburuk turut mendorong harga minyak mentah menembus US$106 per barel di London pada Senin, meskipun harga sedikit mereda pada Selasa.

Menurut UK Maritime Trade Operations, empat kapal tanker terkena proyektil yang tidak diketahui asalnya dalam insiden terpisah saat melintasi jalur pelayaran sempit strategis tersebut pada 11 Oktober. Jumlah itu sekitar dua kali lipat rata-rata serangan harian yang dicatat lembaga tersebut pada pekan sebelumnya.