Penguatan Rupiah Hari Ini Masih Tertahan
Tim Riset Bloomberg Technoz
14 October 2026 08:17

Bloomberg Technoz, Jakarta - Penguatan rupiah di perdagangan pasar spot hari ini, Rabu (14/10/2026), diperkirakan tertahan. Harga minyak kembali melejit hingga menembus US$106,48/barel, disusul ekspektasi kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve yang menguat.
Gubernur Federal Reserve (The Fed) Bank of New York John Williams memang mengatakan bahwa ia tidak melihat alasan bagi bank sentral AS untuk kembali menaikkan suku bunga pada 2027.
Namun, pernyataannya soal kenaikan suku bunga satu kali lagi tahun ini sebagai langkah yang tepat membuat probabilitas kenaikan Fed Fund Rate (FFR) bulan ini meninggi. Melansir Fedwatch, probabilitasnya terus naik dari 20,5% kemarin menjadi 22,7% pagi ini.
Meski begitu, pelaku pasar sebagian menyambut ini sebagai sinyal positif. Setidaknya, suku bunga The Fed tidak bertahan tinggi lebih lama seperti yang diperkirakan sebelumnya.
Dari pasar valuta Asia, hanya won Korea Selatan menguat 0,1%, diikuti rupiah di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) yang menguat terbatas 0,02% ke Rp17.923/US$.





























