Logo Bloomberg Technoz

ADOPSI HDEV

5 Celah & Hambatan Masifikasi Truk Listrik, Belajar dari China

Sabrina Mulia Rhamadanty
13 October 2026 08:30

Sebuah truk listrik di stasiun pengisian daya di Yulin, Provinsi Shaanxi, China./Bloomberg-Gilles Sabrie
Sebuah truk listrik di stasiun pengisian daya di Yulin, Provinsi Shaanxi, China./Bloomberg-Gilles Sabrie

Bloomberg Technoz, Jakarta – Adopsi kendaraan listrik di sektor komersial, khususnya truk listrik, kini menjadi salah satu fokus utama transisi energi nasional Indonesia.

Namun, akselerasi teknologi ramah lingkungan ini masih menyimpan beberapa kendala teknis dan ekonomis yang berpotensi menghambat implementasi di lapangan jika tidak diantisipasi sejak dini.

Pengalaman China sebagai pelopor pasar kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) komersial global memberikan pelajaran berharga bagi Indonesia. 


Menurut laporan BloombergNEF (BNEF), penjualan truk komersial listrik di China berhasil menembus lebih dari 300.000 unit pada 2023, tetapi adopsinya di sektor pengangkutan berat (heavy-duty truck) masih menghadapi hambatan nyata akibat keterbatasan operasional dan finansial.

Penjualan Truk Listrik Melonjak di China. (Bloomberg)

Di sisi lain, target adopsi truk listrik di Indonesia secara spesifik telah tercantum dalam dokumen Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) terbaru melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 85.K/TL.01/MEM.L/2025.