Logo Bloomberg Technoz

Aksi jual Treasury semakin dalam setelah lelang surat utang tenor lima tahun senilai US$70 miliar menunjukkan permintaan yang lemah dan mendorong imbal hasil di sebagian besar tenor ke level tertinggi dalam hampir dua dekade. Dolar AS menguat terhadap seluruh mata uang utama.

Baik sektor manufaktur maupun jasa mencatat peningkatan pesanan baru dan output pada bulan ini, sehingga memunculkan kekhawatiran bahwa aktivitas ekonomi telah bergerak dari sekadar tangguh menjadi terlalu panas.

Menurut Will Compernolle dari FHN Financial, ekonomi yang cukup kuat untuk bertahan menghadapi kenaikan suku bunga berbeda dengan ekonomi yang begitu kuat sehingga justru menambah tekanan harga.

“Yang pertama memberi ruang bagi The Fed untuk fokus pada inflasi tanpa terlalu mengkhawatirkan memburuknya pasar tenaga kerja,” katanya. “Yang kedua mengharuskan pendekatan pengetatan yang lebih agresif dan lebih mendesak.”

Imbal hasil Treasury tenor lima tahun menembus 5%. (Bloomberg)

Bank sentral menaikkan suku bunga pekan lalu untuk meredam tekanan harga yang sulit turun. Gubernur The Fed Michael Barr mengatakan pada Rabu bahwa pengetatan lebih lanjut kemungkinan diperlukan untuk mengembalikan inflasi ke target.

Pasar uang kini sepenuhnya memperhitungkan tiga kali kenaikan suku bunga dalam satu tahun ke depan, dengan posisi lindung nilai yang cukup besar untuk mengantisipasi kenaikan keempat.

“Ini adalah sinyal dari pasar bahwa kita telah memasuki siklus pengetatan kembali yang nyata,” kata Tony Miano dari Wells Fargo Investment Institute.

“Seluruh kurva sedang melakukan repricing secara bersamaan, yang berarti tingkat diskonto yang lebih tinggi untuk saham, biaya hipotek dan pinjaman korporasi yang lebih tinggi, serta standar yang lebih tinggi bagi aset berisiko.”

Departemen Keuangan AS mengatakan akan membeli hingga US$6 miliar surat utang pemerintah dengan tenor lebih panjang pada Kamis, sejalan dengan operasi pertama di bawah program yang diperluas Menteri Keuangan Scott Bessent untuk menahan kenaikan biaya pinjaman baru-baru ini.

Para trader juga memantau perkembangan geopolitik terbaru. Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan negaranya tidak akan mengizinkan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz selama sanksi dan blokade AS masih berlaku.

Pernyataan tersebut menegaskan sulitnya mencapai kesepakatan damai meskipun terdapat upaya untuk menghidupkan kembali perundingan.

Pemerintahan Trump bekerja sama dengan perusahaan penyulingan untuk secara sukarela membatasi ekspor diesel AS sebagai alternatif dari larangan langsung terhadap pengiriman bahan bakar tersebut ke luar negeri, kata Menteri Energi Chris Wright pada Rabu.

Wall Street juga bersiap menghadapi pertemuan puncak antara Presiden Donald Trump dan mitranya dari China, Xi Jinping, di Washington.

Pembicaraan dijadwalkan berlangsung pada Kamis, dilanjutkan dengan jamuan makan malam yang akan mempertemukan sejumlah besar pemimpin perusahaan AS.

Trump mengatakan kepada wartawan pekan lalu bahwa ia berharap dapat menghasilkan “banyak kesepakatan berbeda” selama acara tersebut.

(bbn)

No more pages