Logo Bloomberg Technoz

Kyiv Dihantam Serangan Rusia, Zelensky Desak AS Perketat Sanksi

News
24 September 2026 09:20

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. (Bloomberg)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa Rusia "tidak akan menghentikan perang ini tanpa adanya tekanan," usai Moskow melancarkan serangan balasan ke Kyiv saat dirinya tengah bertemu dengan para pejabat Amerika Serikat (AS) di New York pada Rabu (23/9/2026) untuk membahas "kebutuhan memperketat sanksi."

Setidaknya dua orang tewas dalam rangkaian serangan yang menghantam ibu kota Ukraina tersebut, di mana fasilitas infrastruktur sipil, pemukiman warga, rumah sakit bersalin, infrastruktur energi, hingga pusat logistik menjadi sasaran tembak, ungkap Zelensky dalam unggahannya di media sosial X.

Tim penyelamat hingga kini masih bekerja keras di lapangan untuk membebaskan warga yang terperangkap di dalam reruntuhan bangunan, tambahnya.


Sebuah pusat konvensi yang menjadi markas besar partai politik pimpinan Zelensky juga turut dihantam serangan, menurut keterangan resmi pejabat kota Kyiv.

"Setiap serangan semacam ini terjadi karena tekanan terhadap pihak agresor belum pernah diterapkan secara menyeluruh, sehingga Rusia merasa masih bisa terus bertaruh pada teror rudal balistik. Saat ini, Amerika Serikat memiliki kesempatan untuk memberikan respons yang kuat," ujar Zelensky seraya menekankan kebutuhan mendesak Ukraina akan amunisi pencegat rudal tambahan.