Logo Bloomberg Technoz

GANGGUAN KELISTRIKAN

PLTS Atap Disebut Solusi Cepat Atasi Krisis Listrik Imbas El Ninõ

Sabrina Mulia Rhamadanty
23 September 2026 14:40

Ilustrasi PLTS atap./Bloomberg
Ilustrasi PLTS atap./Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai percepatan pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap menjadi solusi paling cepat dan terdistribusi untuk mengatasi krisis pasokan listrik akibat penurunan performa pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di musim kemarau imbas El Ninõ. 

Chief Executive Officer (CEO) IESR Fabby Tumiwa menyatakan pembangunan PLTS atap jauh lebih fleksibel dan singkat secara durasi dibandingkan opsi mengambil cadangan listrik dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

"Kalau mau solusi cepat dan terdistribusi, percepat pemasangan PLTS atap. Pembangunannya sangat cepat, hitungan minggu kalau skala rumah, atau yang lebih besar hitungan bulan," ungkap Fabby saat dihubungi, Rabu (23/9/2026). 


Meski begitu, Fabby mengatakan kendala utama pengembangan energi surya tersebut saat ini ada pada regulasi dan pembatasan alokasi kuota.

Fabby mendorong pemerintah untuk mengarahkan pelanggan PLN golongan rumah tangga berdaya di atas 2.200 Volt Ampere (VA) yang mampu secara finansial agar memasang PLTS atap berbasis baterai. Berdasarkan kalkulasi IESR, potensi pelanggan di segmen ini mencapai 5 hingga 7 juta rumah tangga.