
Bloomberg Technoz, Jakarta - Iran tidak akan "pernah menundukkan kepala atau berlutut," tegas Presiden Iran Masoud Pezeshkian seraya menyerukan kepada negara-negara lain untuk berkolaborasi demi mewujudkan "perdamaian dan stabilitas sejati" di tengah apa yang ia gambarkan sebagai aksi "perundungan".
Menanggapi pidato Presiden AS Donald Trump di Majelis Umum PBB sehari sebelumnya, pemimpin Iran itu mengatakan Trump “harus memahami bahwa perlawanan rakyat Iran hanya akan semakin kuat menghadapi sanksi, peningkatan tekanan, dan peningkatan intimidasi.”
Pezeshkian mengatakan bahwa “dunia tanpa kekuatan memang berbahaya, tetapi dunia yang hanya memahami bahasa perang dan intimidasi tidak akan aman.”
“Kita tidak boleh membangun dunia di mana kekuatan militer menggantikan legitimasi, terorisme menggantikan politik dan perundingan, serta perang menggantikan dialog dan diplomasi,” tegasnya di hadapan para pemimpin dunia, Rabu (23/9).
Pezeshkian menyerukan negara-negara di seluruh dunia untuk bekerja sama demi mewujudkan perdamaian.



























