Rupiah di Tengah Tekanan Dolar AS dan Harga Minyak
Tim Riset Bloomberg Technoz
24 September 2026 09:18

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan Kamis (24/9/2026) dengan pelemahan 0,26% ke Rp17.846/US$, seiring tekanan eksternal kembali meningkat. Tak lama, rupiah kembali terpeleset 0,32% ke Rp17.857/US$ pada 09:02 WIB.
Indeks dolar Amerika Serikat (AS) kembali naik 101,2, disusul yield US Treasury naik 15,5 basis poin (bps) jadi 5,11%. Belum lagi, pergerakan harga minyak yang menanjak ke US$102,05/barel semakin menambah kekhawatiran pasar soal inflasi.
Tekanan tersebut semakin berisiko, karena dapat menyebabkan kebijakan moneter AS akan semakin ketat demi menahan laju inflasi. Setelah bank sentral Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pekan lalu, sebanyak 16 dari 18 pejabat The Fed memproyeksikan setidaknya satu kenaikan tambahan hingga akhir tahun.
Ekspektasi inflasi dan langkah hawkish lanjutan oleh The Fed semakin menekan ruang penguatan bagi mata uang Asia. Pada perdagangan pagi ini, sebagian besar mata uang kawasan melemah.
Baht Thailand melemah paling dalam. Disusul dolar Taiwan, won Korea Selatan, peso Filipina, ringgit Malaysia, yuan offshore, yuan China, dan dolar Singapura.




























