INDONESIA REFERENCE PRICE
HBA Dinilai Mewakili Harga Pasar, BMKS Tak Cocok buat Batu Bara?
Azura Yumna Ramadani Purnama
24 September 2026 09:10

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar industri mineral dan batu bara (minerba) mengungkapkan harga batu bara acuan (HBA) yang ditetapkan oleh pemerintah setiap dua kali dalam sebulan sudah cukup mencerminkan nilai aktual batu bara Indonesia di pasaran.
Dengan begitu, perdagangan batu bara dipandang tidak memerlukan harga acuan baru seperti Harga Referensi Indonesia atau Indonesia Referal Price (IRP) yang bakal terbentuk di Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS).
Ketua Indonesian Mining and Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo memandang BMKS lebih tepat diimplementasikan pada komoditas mineral dan komoditas strategis lainnya.
Alasannya, harga batu bara domestik dinilai relatif terbangun, sementara perdagangan mineral masih mengacu pasar internasional seperti London Metal Exchange (LME) dan Shanghai Futures Exchange (SHFE).
Dia juga menegaskan harga acuan transaksi batu bara yang saat ini berlaku memiliki perjalanan yang panjang, mulai dari penggunaan Japanese Indeks atau mengacu 10 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) besar di Jepang, hingga pemberlakukan HBA.





























