Logo Bloomberg Technoz

KRISIS ENERGI

Sinyal Krisis BBM Dunia, RI Urgen Gandakan Cadangan Jadi 50 Hari

Sabrina Mulia Rhamadanty
24 September 2026 08:50

Pelanggan mengisi ulang bensin RON95 di pom bensin Malaysia./dok. Bloomberg
Pelanggan mengisi ulang bensin RON95 di pom bensin Malaysia./dok. Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Dinamika geopolitik global yang tidak stabil memicu kekhawatiran terhadap ketahanan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dunia.

Situasi ini mendorong munculnya desakan agar Pemerintah Indonesia segera memperkuat ketahanan energi nasional dengan menggandakan Cadangan Penyangga Energi (CPE) hingga mencapai rentang 40 sampai 50 hari kebutuhan nasional.

Praktisi minyak dan gas sekaligus Presiden Direktur PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC) Hadi Ismoyo menilai pembentukan dan penambahan CPE merupakan langkah wajib yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah.


Menurutnya, kapasitas cadangan energi yang ada di Tanah Air saat ini perlu ditingkatkan setidaknya dua kali lipat guna mengantisipasi potensi ketidakpastian pasar global.

“Kalau bicara cukup, CPE saat ini sudah cukup. Namun, kalau melihat krisis bahan bakar yang melanda beberapa negara, perlu ditambah paling tidak dobel dari yang ada menjadi 40—50 hari,” kata Hadi kepada Bloomberg Technoz, Kamis (24/9/2026). 

Dok. PT Pertamina International Shipping (PIS)