Logo Bloomberg Technoz

Presiden Iran: Hormuz Tak Akan Dibuka Selama Sanksi AS Berlaku

News
24 September 2026 07:15

Presiden Iran Masoud Pezeshkian saat Sidang Majelis Umum PBB di New York pada 23 September. (Fotografer: John Lamparski/Bloomberg)
Presiden Iran Masoud Pezeshkian saat Sidang Majelis Umum PBB di New York pada 23 September. (Fotografer: John Lamparski/Bloomberg)

Eltaf Najafizada dan Eric Martin - Bloomberg News

Bloomberg, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan negaranya tidak akan mengizinkan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz selama sanksi dan blokade AS masih diberlakukan. Pernyataan tersebut menegaskan sulitnya mencapai kesepakatan damai dengan Washington, meski upaya untuk menghidupkan kembali perundingan dilakukan pekan ini.

Republik Islam Iran “tidak dapat menerima bahwa semua pihak mendapatkan manfaat dari jalur perairan tersebut, sementara pada saat yang sama penjaga historis jalur itu justru dirugikan akibat sanksi yang menindas,” kata Pezeshkian dalam pidatonya di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Rabu (23/9).


Iran siap kembali berunding mengenai upaya mengakhiri konflik dengan AS yang telah berlangsung hampir tujuh bulan, tetapi tidak akan merespons ancaman, tambahnya. Dia mengatakan Iran tidak berminat mengembangkan senjata nuklir, tetapi tidak akan melepaskan haknya untuk mengembangkan teknologi nuklir bagi pembangunan ekonomi.

Pidato Pezeshkian memaparkan sejumlah syarat sebelum perundingan yang berarti dengan AS dapat kembali dilanjutkan, sehingga mengurangi harapan awal atas kemajuan diplomatik yang muncul pekan ini di New York.