Ekonom: Peningkatan Belanja Berpotensi Lebarkan Defisit Q4-2026
Merinda Faradianti
21 September 2026 17:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan kondisi fiskal Indonesia saat ini berada di batas aman dengan defisit yang masih berada di posisi 0,93% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan keseimbangan primer APBN 2026 mencatatkan surplus Rp154 triliun sampai Agustus 2026.
Meski begitu, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menilai bahwa tantangan masih mengintai perekonomian Indonesia di kuartal IV-2026 di tengah capaian yang cukup baik tersebut, salah satunya adalah karena tren belanja pemerintah yang biasanya naik di kuartal IV-2026.
“Kuartal IV secara historis merupakan periode ketika belanja meningkat cukup cepat. Karena itu, potensi defisit yang masih rendah sekarang sangat mungkin melebar menuju outlook sekitar 2,85% PDB pada akhir tahun,” kata Yusuf kepada Bloomberg Technoz, Senin (21/9/2026).
Menurut Yusuf, hal lebih penting sebenarnya bukan sekadar besar kecilnya defisit, tetapi kualitas di balik angka tersebut.
Menurutnya, pemerintah perlu melihat apakah penerimaan cukup kuat untuk menopang belanja, bagaimana biaya bunga berkembang, seberapa sensitif APBN terhadap harga minyak, dan apakah surplus primer bisa dipertahankan.






























