Impor Minyak RI Diramal Bengkak hingga Akhir 2026, Apa Sebabnya?
Azura Yumna Ramadani Purnama
21 September 2026 14:00

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ekonom memprediksi impor minyak mentah Indonesia bakal terus mengalami kenaikan secara nilai hingga akhir tahun ini, terimbas penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan fluktuasi harga minyak mentah global.
Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy Manilet menyatakan Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) memberikan sinyal masih bakal terdapat kenaikan suku bunga acuan pada sisa akhir tahun ini, sehingga dikhawatirkan membuat nilai tukar rupiah terhadap greenback mengalami tren pelemahan.
Pada saat yang sama, harga minyak mentah Brent tercatat masih dalam level tinggi di atas US$100/barel. Yusuf menambahkan kondisi tersebut diperburuk dengan gangguan rantai pasok di Timur Tengah yang membuat biaya impor tetap tinggi.
“Karena itu, sampai kuartal keempat tahun ini, nilai impor migas dalam dolar masih berpotensi tinggi, dan risikonya akan lebih besar dalam rupiah jika pelemahan kurs berlanjut,” kata Yusuf ketika dihubungi, Senin (21/9/2026).
Yusuf menegaskan pelemahan nilai tukar rupiah bisa memperbesar tekanan yang terjadi, sebab transaksi minyak mentah, asuransi, dan pengiriman sebagian besar menggunakan dolar AS.




























