Logo Bloomberg Technoz

Industri Keramik Tertekan Gas Langka, Beber Ancaman PHK

Ibnu Affan
21 September 2026 13:30

Ubin keramik./Bloomberg-Asim Hafeez
Ubin keramik./Bloomberg-Asim Hafeez

Bloomberg Technoz, Jakarta - Industri keramik nasional mengaku mulai tertekan akibat keterbatasan pasokan gas bumi yang berdampak langsung terhadap kapasitas produksi nasional.

Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) mencatat sejumlah perusahaan bahkan terpaksa memangkas kapasitas sebesar 40% hingga 50% akibat adanya pembatasan kuota harian dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) sejak 14-30 September 2026.

"Bagi industri keramik, gas itu adalah urat nadi. Mati hidup atau keberlangsungan industri keramik sangat tergantung pada ketersediaan dan kelancaran suplai gas,” ujar Ketua Umum ASAKI, Edy Suyanto dalam siaran resminya, Senin (21/8/2026).


Edy mengatakan, kondisi tersebut membuat harga rata-rata gas yang harus ditanggung industri keramik pada September 2026 diperkirakan naik menjadi sekitar US$12 per juta british thermal unit (MMBTU), dari sebelumnya US$8-8,5 per MMBTU.

Hal itu turut membuat biaya gas yang sebelumnya sekitar 35 persen dari total biaya produksi kini membengkak menjadi lebih dari 45%, bahkan mendekati 48%, yang juga mulai terasa pada operasional pabrik.