Logo Bloomberg Technoz

Data Impor BBM RI Saat Krisis Diesel Dunia Merembet ke Bensin

Azura Yumna Ramadani Purnama
21 September 2026 14:20

Nozzle biosolar di SPBUPertamina./dok. Pertamina
Nozzle biosolar di SPBUPertamina./dok. Pertamina

Bloomberg Technoz, Jakarta – Harga bensin diperkirakan terus menguat seiring dengan meluasnya kondisi pasokan yang ketat di pasar bahan bakar global, menurut Goldman Sachs Group Inc.

Goldman juga mengubah rekomendasi perdagangannya dari solar (diesel) ke bensin, yang notabene adalah bahan bakar kendaraan populer tersebut.

"Alasan utama di balik rekomendasi baru ini adalah langkah kilang minyak yang mengalihkan produksi dari bensin ke solar, sehingga memperketat pasokan di pasar bensin dengan cepat," ungkap para analis, termasuk Yulia Zhestkova Grigsby dan Daan Struyven, dalam sebuah catatan.

Antrean BBM di salah satu SPBU Pertamina di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (20/9/2026) malam./dok. Bloomberg Technoz

Pasar bahan bakar global mengalami tekanan tahun ini akibat dampak gabungan dari konflik Amerika Serikat (AS)-Iran serta perang antara Rusia dan Ukraina, di mana Kyiv terus menggempur kilang-kilang minyak Moskwa.

Di AS, harga kontrak berjangka solar telah ditutup pada rekor tertinggi, dan rata-rata harga eceran bahan bakar tersebut melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa, karena kenaikan harga produk jadi jauh melampaui kenaikan harga minyak mentah.