Logo Bloomberg Technoz

Meskipun harga solar mungkin masih bisa naik lebih lanjut, bensin kini menawarkan "peluang kenaikan harga yang lebih besar," kata para analis dalam laporan tertanggal 16 September tersebut, dengan alasan antara lain permintaan yang lebih tangguh dan perubahan relatif pada tingkat persediaan.

Lantas, bagaimana data impor bensin Indonesia?

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengungkapkan Indonesia berencana masih impor sekitar 600.000 kiloliter (kl) solar CN 51 atau kualitas tinggi pada tahun ini. Sementara solar CN 48 atau kualitas rendah, diklaim tak lagi diimpor Indonesia.

Selain itu, pada 2026 Indonesia berencana mengimpor sekitar 1 juta kl avtur atau bahan bakar pesawat serta 3,6 juta kl produk bensin RON 92, 96, dan 97.

"Catatan: pada 2026 Indonesia direncanakan masih akan impor 600.000 kl solar CN51, 1 juta kl avtur, dan 3,6 juta kl produk bensin RON 92, RON 95, dan RON 98,'' sebagaimana tertulis dalam materi paparan Yuliot di EBTKE Connect, Rabu (2/9/2026).

Sepanjang tahun ini, Kementerian ESDM memprediksi kebutuhan bensin nasional mencapai 38,1 juta kl. Dari besaran tersebut, sekitar 23,83 juta kl didapatkan dari hasil impor dan 14,27 juta kl dari produksi domestik.

Berdasarkan data Kementerian ESDM per Juni 2025, sepanjang Januari–Juni 2026, impor bensin Indonesia mencapai 61,73% dari kebutuhan nasional.

Lebih lanjut, Kementerian ESDM mencatat sekitar 62% impor bahan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia berasal dari Singapura, kemudian 35% impor BBM berasal dari Malaysia, sementara sisanya sebagian besar dari negara ASEAN.

Impor Minyak Mentah

Dari sisi minyak mentah, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), crude oil yang masuk ke kode HS 27090010 (crude petroleum), Indonesia tercatat mengimpor sekitar 10,18 juta ton minyak mentah sepanjang Januari—Juli  2026.

Nigeria tercatat menjadi negara pemasok minyak mentah terbesar ke Indonesia pada periode tersebut, mencapai 272 juta ton.

Kemudian, Angola menjadi negara kedua pemasok minyak mentah ke Indonesia dengan volume mencapai 1,92 juta ton.

Posisi ketiga terbesar ditempati oleh Arab Saudi, yang telah memasok sekitar 1,5 juta ton minyak mentah sepanjang Januari—Juli 2026 ke Indonesia.

Berdasarkan data BPS, berikut daftar negara pemasok minyak mentah ke Indonesia sepanjang Januari—Juli 2026:

  1. Nigeria : 2.750.359 ton
  2. Angola: 1.928.013 ton
  3. Arab Saudi: 1.509.744 ton
  4. Brasil: 1.056.451 ton
  5. Gabon: 695.155 ton
  6. Malaysia: 437.277 ton
  7. Uni Emirat Arab: 284.154 ton
  8. Cote D'Ivoire: 240.265 ton
  9. Equatorial Guinea: 237.388 ton
  10. Algeria: 190.589 ton
  11. Guyana: 139.371 ton
  12. Azerbaijan: 135.958 ton
  13. Kamerun: 135.489 ton
  14. Libya: 132.705 ton
  15. Rusia: 103.670 ton
  16. Papua Nugini: 81.888 ton
  17. Kazakhstan: 81.650 ton
  18. Brunei: 43.461 ton

(azr/wdh)

No more pages