Logo Bloomberg Technoz

Indonesia Timur Dinilai Paling Rawan Terimbas Krisis Bensin Dunia

Azura Yumna Ramadani Purnama
21 September 2026 10:00

Antrean BBM di salah satu SPBU Pertamina di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (20/9/2026) malam./dok. Bloomberg Technoz
Antrean BBM di salah satu SPBU Pertamina di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (20/9/2026) malam./dok. Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar energi menilai Indonesia Timur menjadi wilayah yang paling rentan terdampak apabila terjadi gangguan pasokan bahan bakar minyak (BBM), utamanya jika krisis bensin global merembet ke Tanah Air.

Pakar energi Universitas Padjajaran Yayan Satyakti mencatat wilayah Maluku hingga Papua memiliki kapasitas penyimpanan cadangan BBM yang terbilang kecil yakni sekitar 14 hari, lalu Sulawesi sekitar 16 hari.

Dia menilai kondisi tersebut membuat wilayah-wilayah tersebut lebih rentan ketika pasokan BBM mengalami gangguan, terlebih karena keduanya bukan merupakan wilayah yang memiliki kilang.


“Kalau harus menunjuk satu wilayah yang paling menderita, jawabannya jelas Maluku—Papua, disusul Sulawesi. Keduanya bukan wilayah berkilang dan cadangan harinya paling tipis sehingga ketika pasokan tersendat, harga di sana melonjak paling tinggi,” kata Yayan ketika dihubungi, Senin (21/9/2026).

Antrean BBM di salah satu SPBU Pertamina di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (20/9/2026) malam./dok. Bloomberg Technoz

Yayan memperkirakan kenaikan harga keekonomian BBM di Maluku—Papua mencapai 25,2% dan dapat meningkat hingga 38,9% jika pasokan makin ketat.