Logo Bloomberg Technoz

Berdasarkan data tersebut, positivity rate influenza berada di angka 28%, atau masih di bawah puncak musim influenza pada 2025. Dalam periode 2024-2026, terdapat dua puncak musiman influenza, yakni pada Desember 2024-Januari 2025 dengan positivity mencapai 53% dan September-Oktober 2025 yang mencapai 51%.

Pada minggu ke-34 2026, subtipe yang paling dominan terdeteksi adalah influenza A(H1N1)pdm09. Sementara itu, secara keseluruhan distribusi kasus influenza A(H3N2) Subclade K di Indonesia didominasi Jawa Timur dan Kalimantan Selatan, yang masing-masing menyumbang 24% kasus, diikuti Jakarta sebesar 14,8%.

Kemenkes juga menyampaikan data mengenai human metapneumovirus (HMPV). Jumlah kasus konfirmasi HMPV di Indonesia pada 2025 yang dilaporkan hingga minggu ke-52 mencapai 59 kasus.

Kasus HMPV tersebut ditemukan melalui pemeriksaan multipatogen terhadap spesimen yang dikumpulkan dalam pelaksanaan surveilans ILI dan SARI.

Di tengah laporan peningkatan kasus influenza di sejumlah daerah, Kemenkes mengimbau masyarakat tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Masyarakat diminta mencuci tangan menggunakan sabun, mengonsumsi makanan bergizi, serta mencukupi kebutuhan istirahat.

Bagi masyarakat yang sedang sakit, Kemenkes mengimbau untuk menggunakan masker guna mengurangi risiko penularan kepada orang lain. Jika kondisi sakit semakin berat, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke dokter atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

(dec/spt)

No more pages