Logo Bloomberg Technoz

Senada, saham barang baku juga amblas dan jadi pemberat, saham PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) drop 6,25%, saham PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) melemah 6,04%, dan saham PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) tertekan 4,35%.

Bank Indonesia (BI) melaporkan Cadangan Devisa Indonesia per Agustus 2026 bernilai US$ 146,5 miliar. Bertambah US$ 1,2 miliar dibanding bulan sebelumnya. Pencapaian tersebut meningkat dari bulan sebelumnya yang mencapai US$ 145,3 miliar.

Cadangan Devisa di posisi US$ 146,5 miliar juga merupakan level tertinggi sejak Maret atau dalam lima bulan.

“Perkembangan posisi Cadangan Devisa dipengaruhi terutama oleh penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah Bank Indonesia sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi,” sebut laporan BI.

Posisi Cadangan Devisa tersebut setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. 

BI menilai Cadangan Devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Secara nominal, kenaikan US$ 1,2 miliar berhasil memberi sinyal positif.

“Ke depan, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik. Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” jelas laporan BI.

(fad)

No more pages