"Itu tanya pak menteri," tegasnya.
Untuk diketahui, dalam kesepakatan asumsi dan postur sementara dalam Nota Keuangan 2027, target PNBP meningkat dari Rp517,4 triliun menjadi Rp522,5 triliun atau bertambah Rp5,1 triliun.
Tak hanya itu, belanja negara juga diketahui turut mengalami kenaikan hingga Rp9,1 triliun dari sebelumnya di nota keuangan sebesar Rp4.097,2 triliun menjadi Rp4.106,3 triliun.
Dengan belanja pemerintah kementerian atau lembaga (K/L) juga diketahui mengalami selishih hingga Rp9,1 triliun dari sebelumnya Rp1.504,7 triliun menjadi Rp1.513,8 triliun.
Adapun belanja K/L yang mengalami kenaikan tersebut, dikatakan Suahasil akan dilihat lebih jauh oleh pihaknya untuk sebaran belanjannya.
"Nanti kita liat juga sebarannya gimana dari hasil panja nanti, itu nanti [akan] didetailkan per belanja K/L," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun pada tahun 2026. Purbaya menyebut bahwa setoran dividen tersebut akan dikirimkan tahun ini.
“Sudah dipastikan. Tinggal ditentuin kapan dia mau ngirim. Itu saja, sekitar 120 triliun,” sebut Purbaya di kompleks Kementerian Keuangan, Jumat (28/8/2026).
Purbaya menyebut bahwa jumlah tersebut ditentukan oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia juga mengatakan bahwa hal tersebut dapat menguntungkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Presiden sudah menghitung kira-kira kebutuhan investasi mereka berapa sih? Kalau lebih ya sebagian di taruh pemerintah gitu,” kata Purbaya.
Purbaya menegaskan bahwa dana tersebut menjadi sisa kelebihan dari kebutuhan investasi Danantara dan telah dihitung oleh Presiden.
Meski begitu pada Kamis (3/9/2026) Purbaya mengungkapkan bahwa Danantara masih keberatan dengan rencana setoran sebagian keuntungan milik mereka kepada pemerintah sebesar Rp120 triliun.
"Ah dia [Danantara] bilang, saya enggak tahu [soal itu]. Tapi itu perintah presiden. Danantara janji ke presiden," kata Purbaya.
Meski merasa keberatan, namun Purbaya memastikan kontribusi keuntungan Danantara tersebut tetap akan masuk ke kas negara.
"Kita akan masukin ke PNBP situ walaupun mereka masih protes. Tapi perintah Bapak Presiden, sebagian keuntungan Danantara dijadikan cadangan anggaran pemerintah. Jadi kita aman, ruang fiskal tetap terjaga," pungkasnya.
(prc/ell)





























