Kemenkeu Rilis Sistem Ukur Dampak Bencana Terhadap Fiskal Daerah
Pramesti Regita Cindy
01 September 2026 10:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (DJPK Kemenkeu) bersama United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) meluncurkan sistem Adaptive Regional Integrated System for Fiscal Resilience (ARISE).
ARISE merupakan sistem pendukung pengambilan keputusan yang mengintegrasikan pemodelan risiko bencana dengan estimasi dampaknya terhadap perekonomian dan fiskal daerah.
Plt. Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Nufransa Wira Sakti mengungkapkan bencana menimbulkan tekanan fiskal dari dua sisi, yakni menurunkan penerimaan daerah dan meningkatkan kebutuhan belanja.
Karena itu, menurutnya, pengelolaan risiko bencana harus dilakukan secara terukur dan proaktif, bukan hanya sebagai respons pascabencana.
"Kita perlu menggeser paradigma dari post-disaster response menuju pre-disaster planning, dan dari financing losses menuju managing risks," kata Nufransa dalan peluncurannya, Official Launch of ARISE Dashboard and High-Level Policy Dialogue on Building Fiscal Resilience to Disaster Risks in Indonesia di Aula Nagara Dana Rakca, DJPK mengutip keterangan resminya, Selasa (1/9/2026).
































