Logo Bloomberg Technoz

Neraca Pembayaran Indonesia Bertumpu kepada 'Uang Panas'

Tim Riset Bloomberg Technoz
21 August 2026 15:51

Kondisi neraca pembayaran Indonesia (Bloomberg Technoz/Asfahan)
Kondisi neraca pembayaran Indonesia (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Defisit Neraca Pembayaran Indonesia pada kuartal II-2026 tercatat menyusut drastis menjadi hanya US$0,88 miliar, dari defisit kuartal sebelumnya yang mencapai US$9,1 miliar. Sementara, cadangan devisa masih berada di US$145,6 miliar, setara dengan pembayaran 5,6 bulan impor atau 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, angka ini masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. 

Akan tetapi, perbaikan ini belum menggambarkan bahwa transaksi eksternal Indonesia membaik. Sebab jika ditelisik lebih dalam, maka kondisi neraca pembayaran membaik karena lonjakan arus modal masuk berhasil menutup pelebaran defisit transaksi berjalan (current account). 

Padahal, jika ditelaah, transaksi berjalan Indonesia pada kuartal II-2026 malahan cukup lebar. Defisitnya mencapai US$12,5 miliar atau sebesar 3,3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Padahal, pada kuartal pertama defisit pos ini adalah US$3,6 miliar, atau 1% dari PDB.


Defisit ini menandai posisi neraca pembayaran di zona negatif selama tiga kuartal beruntun.

Pelebaran ini dipicu oleh menyusutnya surplus perdagangan barang sera membesarnya defisit jasa dan pendapatan primer. Dengan begitu, terlihat bahwa kebutuhan devisa dari aktivitas ekonomi domestik meningkat jauh lebih cepat.