Logo Bloomberg Technoz

Cadangan Devisa RI Turun, Ini Penyebabnya

Hidayat Setiaji
07 October 2026 11:09

Karyawan menghitung dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) melaporkan kondisi cadangan devisa per akhir September. Terjadi penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

Pada Rabu (7/10/2026), BI mencatat cadangan devisa Indonesia posisi September sebesar US$ 146,3 miliar. Sedikit lebih rendah ketimbang Agustus yang sebesar US$ 146,5 miliar.

“Perkembangan posisi cadangan devisa September dipengaruhi terutama oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah Bank Indonesia sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi,” ungkap laporan BI. 


Posisi cadangan devisa pada akhir September setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. 

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Ke depan, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik,” tambah laporan BI.