Logo Bloomberg Technoz

Karhutla di Kalimantan: Titik Panas Naik dan Kualitas Udara Buruk

Dovana Hasiana
20 August 2026 15:10

Ilustrasi Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan. (Dok. BNPB)
Ilustrasi Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan. (Dok. BNPB)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Kehutanan merilis data titik panas dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada periode Rabu (19/08/2026). Dalam data tersebut, kementerian mencatat peningkatan total titik panas menjadi 534 titik dibandingkan hari sebelumnya yaitu 314 titip panas.

"Wilayah perhatian titik panas di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Papua Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Riau, dan Jambi," tulis kementerian pada akun resminya di Instagram, Kamis (20/08/2026).

Meski demikian, dalam unggahan tersebut, kementerian mengklaim titik panas belum tentu berarti suatu insiden kebakaran hutan atau lahan. Mereka menilai, titik panas hanya indikasi awal yang kondisi konkretnya harus dipantau dan diverifikasi langsung di lapangan.


Toh, kementerian memastikan pemadaman dari darat dan udara terus digencarkan oleh lembaganya bersama dengan TNI, Polri, BNPB, dan BPBD di enam wilayah siaga Karhutla. Termasuk, rencana operasi modifikasi cuaca yang berlangsung pada 18-20 Agustus 2026 di wilayah Riau.

Kemhut juga memaparkan dampak karhutla di beberapa wilayah masih dapat ditangani. Hal ini merujuk pada data kualitas udara BMKG pada beberapa wilayah yang memiliki titik panas.