Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Menguat 1,36% di Akhir Perdagangan, Terbaik di Asia

Muhammad Julian Fadli
05 October 2026 17:40

Karyawan melhat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Karyawan melhat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan Senin (5/10/2026) di zona hijau dengan mencatat penguatan yang optimistis. IHSG ditutup menguat 1,36% di posisi 6.118,86.

Dengan melesatnya posisi tersebut, IHSG mencatat kenaikan tertinggi nomor empat di Bursa Asia, berdasarkan data Bloomberg, bersanding dengan Weighted Index (Taiwan), NIKKEI 225 (Jepang), dan PSEi (Filipina). Hingga lebih unggul daripada TOPIX (Jepang), Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), SENSEX (India), Straits Times (Singapura), SETI (Thailand), Hang Seng (Hong Kong), dan KLCI (Malaysia), yang ditutup di zona penguatan.

IHSG memang sudah memperlihatkan tanda–tanda penguatan sedari siang tadi pada perdagangan Sesi II, dengan sempat menyentuh level tertinggi hingga 6.119,22. Adapun level terendah 6.019,84.

IHSG Penutupan Sesi II pada Senin 5 Oktober 2026 (Bloomberg)

Volume transaksi tercatat mencapai 40,97 miliar saham, dengan nilai transaksi Rp9,97 triliun. Frekuensi yang terjadi sebanyak 1,64 juta kali diperjualbelikan.

Adapun sebanyak 526 saham mengalami penguatan di zona hijau, dan hanya 153 saham melemah. Sedangkan lainnya 114 saham tidak bergerak.

Penyebab IHSG Menguat