Logo Bloomberg Technoz

Kena Tarif AS 104%, RI Fokus Jual Panel Surya ke Pasar Domestik

Pramesti Regita Cindy
06 October 2026 13:00

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan ekspor panel surya Indonesia ke Amerika Serikat (AS) berpotensi terhenti setelah produk tersebut dikenakan bea masuk hingga 104%.

Sejalan dengan tingginya bea masuk tersebut membuat ekspor panel surya ke pasar AS tidak lagi kompetitif. Sehingga, pemerintah pun mendorong peningkatan permintaan dalam negeri untuk menyerap kapasitas produksi nasional.

"Jadi dengan demikian dipastikan kita tidak bisa lagi ekspor solar panel ke Amerika," kata Airlangga dalam agenda Downstream Insight di Jakarta, Selasa (6/10/2026). 


Lebih lanjut, Airlangga menyebut Presiden Prabowo Subianto mendorong peningkatan permintaan domestik tersebut sebagai bagian dari pengembangan energi terbarukan sekaligus untuk menjaga keberlanjutan industri panel surya di dalam negeri.

"Bapak Presiden mendorong bahwa ini untuk meningkatkan domestic demand dengan agenda untuk mendorong 100 gigawatt peak daripada solar panel," tegasnya.