Inflasi Filipina Melonjak, Sinyal Suku Bunga Naik Kian Kuat
News
06 October 2026 13:20

Neil Jerome Morales dan Ditas B Lopez - Bloomberg News
Bloomberg, Inflasi Filipina kembali meningkat dan melampaui perkiraan ekonom pada September seiring lonjakan harga pangan dan bahan bakar. Kondisi ini memperkuat alasan bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga acuan lebih lanjut.
Indeks harga konsumen naik 7,2% pada bulan lalu dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menurut laporan badan statistik pada Selasa (6/10). Angka inflasi terbaru tersebut mengakhiri tren perlambatan selama empat bulan sekaligus melampaui perkiraan median 6,8% dalam survei Bloomberg News.
Kenaikan inflasi beras dan sayuran menjadi pendorong utama peningkatan inflasi umum setelah hujan monsun memicu banjir luas yang menghancurkan lahan pertanian pada bulan lalu. Kenaikan harga bensin dan solar juga semakin cepat seiring kenaikan harga minyak global akibat kembali memanasnya konflik di Timur Tengah.
Angka inflasi yang melampaui perkiraan mendukung pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut oleh Bangko Sentral ng Pilipinas. Bank sentral telah menaikkan suku bunga kebijakan secara kumulatif sebesar 75 basis poin sejak April. Gubernur Eli Remolona sebelumnya telah memperingatkan risiko kenaikan harga lebih lanjut akibat dampak cuaca El Niño dan kenaikan upah. Keputusan kebijakan berikutnya dijadwalkan pada 22 Oktober.

































