BNPB Soal 3.002 Gempa Susulan di NTT: Jangan Panik
Dovana Hasiana
20 August 2026 14:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan terdapat 3.002 kali gempa susulan yang mengguncang wilayah Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur hingga Rabu (19/08/2026). Kekuatan gempa susulan terbesar tercatat dengan magnitudo atau M6,2. Meski demikian, masyarakat diminta untuk tidak panik.
Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama mengatakan hal ini terjadi usai gempa M7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu lalu (15/08/2026). Dalam hal ini, BMKG terus memantau proses penyesuaian kerak bumi pascagempa utama yang melanda wilayah tersebut.
“Berdasarkan hasil pencatatan BMKG, hingga saat ini gempa susulan terjadi bervariasi antara M1,1 hingga M6,2. Sebanyak 86 kali gempa susulan yang dilaporkan langsung oleh masyarakat. Terdapat 25 kejadian (gempa susulan) dengan magnitude 5,0 atau lebih,” ujar Nelly dalam siaran pers, dikutip Kamis (20/08/2026).
Di sisi lain, berdasarkan pemantauan BMKG, grafik aktivitas gempa susulan secara umum telah menunjukkan tren peluruhan (menurun) dan diperkirakan akan mencapai tingkat yang relatif rendah dalam 21 hingga 30 hari ke depan, atau sekitar akhir September 2026. Namun, ini bukan berarti gempa tidak dapat dapat terjadi setelah tanggal tersebut.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan sejumlah masyarakat di Pulau Flores masih memilih bertahan di tenda yang didirikan di depan rumah mereka setelah gempa bumi magnitudo (M) 7,7. Rasa takut dan trauma akibat guncangan kuat membuat sebagian warga belum berani kembali beraktivitas secara normal di dalam rumah, meskipun kondisi di sekitar tempat tinggal mereka dinilai berangsur kondusif.

































