Prabowo menegaskan, postur tersebut merupakan keberpihakan kepada rakyat. Dia juga akan menjaga disiplin fiskal. Menurutnya, negara tidak memilih antara pertumbuhan dan kehati-hatian fiskal lantaran akan menjalankan keduanya secara bersamaan.
“Kita memilih kedua-duanya, kita tidak memilih antara membantu rakyat dan menjaga APBN,” tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan pendapatan negara hingga Semester I-2026 sebesar Rp1.459,4 triliun, atau setara 46,3% dari target tahun ini yang sebesar Rp3.153,6 triliun. Realisasi pendapatan negara ini mengalami pertumbuhan sebesar 21,4% year on year (yoy).
"Kinerja pendapatan dipengaruhi oleh peningkatan aktivitas ekonomi, peningkatan pengawasan dan tata kelola pajak bea dan cukai, serta peningkatan layanan kementerian/lembaga dan BLU," kata Purbaya dalam rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Selasa (7/7/2026).
Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai Rp1.656 triliun atau setara 43,1% dari target pagu APBN. Realisasi ini juga naik 17,8% yoy.
Dengan kinerja APBN tersebut, keseimbangan primer mencatatkan surplus sebesar Rp85,1 triliun. Sementara dari sisi pembiayaan anggaran realisasinya mencapai Rp452 triliun atau sudah 65,6% dari target APBN 2026.
(lav)






























