Logo Bloomberg Technoz

SUBSIDI ENERGI

Kuota LPG 3 Kg 2027 Dipangkas, Akurasi Data Desil Penerima Disoal

Sabrina Mulia Rhamadanty
28 September 2026 15:50

Pekerja merapihkan tabung LPG 3 kg (gas melon) di Kemanggisan, Palmerah, Jakarta, Selasa (4/2/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja merapihkan tabung LPG 3 kg (gas melon) di Kemanggisan, Palmerah, Jakarta, Selasa (4/2/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Keputusan pemerintah memangkas kuota liquified petroleum gas (LPG) 3 kilogram pada 2027 mendapatkan peringatan dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) ihwal akurasi data penerima subsidi.

Ketua Pengurus Harian YLKI Niti Emiliana mengingatkan pemerintah agar bertindak sangat hati-hati dalam menentukan klasifikasi desil penerima Gas Melon tahun depan.

“Pemerintah harus berhati-hati dalam menentukan desil di masyarakat. Konsumen kelompok desil bawah sangat rentan jika ada perubahan kuota dan harga LPG 3 kg tahun depan,” ungkapnya saat dihubungi Bloomberg Technoz, Senin (28/9/2026).


Langkah tersebut sangat penting agar konsumen kelompok desil bawah, seperti rumah tangga miskin atau rentan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan pedagang kecil, tidak kehilangan hak subsidi akibat ketidakakuratan data.

Apalagi, negara wajib hadir untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang sangat bergantung pada bahan bakar tersebut.

Warga membawa tabung LPG 3 kg (gas melon) di pangkalan gas Ariestianto, Ceger Raya,Tangsel, Kamis (6/22025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)