Logo Bloomberg Technoz

“Berdasarkan Info yang kami dapatkan, target produksi dari tambang Kucing Liar ini kemungkinan baru akan dimulai pada 2029 dan baru mencapai kapasitas penuhnya pada 2030,” tegas dia.

Sekadar informasi, Freeport-McMoRan Inc. (FCX) mengungkapkan telah menggelontorkan dana sekitar US$1,4 miliar atau sekitar Rp25,18 triliun untuk pengembangan tambang bawah tanah Kucing Liar garapan Freeport Indonesia.

Manajemen FCX mengungkapkan pengembangan tambang bawah tanah tersebut telah dilakukan sejak 2022. Selain itu, investasi modal tambahan diperkirakan mencapai US$4 miliar hingga 2033 atau sekitar US$500 juta per tahun.

“Hingga 30 Juni 2026, PTFI telah mengeluarkan sekitar US$1,4 miliar untuk pengembangan Kucing Liar. Selain itu, investasi modal tambahan diperkirakan mencapai sekitar US$4 miliar hingga 2033, atau rata-rata sekitar US$500 juta per tahun,” tulis manajemen FCX dalam laporan keuangan terbarunya.

FCX menargetkan peningkatan produksi atau ramp up tambang Kucing liar dimulai sekitar 2030 dan bakal mencapai kapasitas produksi penuh sekitar 130.000 metrik tok bijih per hari.

Selain itu, ketika beroperasi dengan kapasitas penuh maka tambang Kucing Liar diperkirakan mampu memproduksi rata-rata sekitar 750 juta pon tembaga dan 735.000 ins emas per tahun.

Sebelumnya, FCX melaporkan berdasarkan hasil eksplorasi terbaru Freeport, cadangan tembaga yang dapat diekstraksi di tambang Kucing Liar hingga 2041 diprediksi meningkat menjadi 8 miliar pon dan emas menjadi 8 juta ons.

Besaran tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan perkiraan cadangan sebelumnya, yakni tembaga sebesar 7 miliar pon dan emas 6 juta ons.

Dalam laporan kinerja FCX, dijelaskan bahwa nantinya produksi rata-rata dari Kucing Liar pada kapasitas penuh mencapai 750 juta pon tembaga dan 735.000 ons emas atau lebih tinggi 35% dari perkiraan sebelumnya.

“Selama 2025, PTFI menyelesaikan studi untuk mengevaluasi potensi perluasan area tambang yang sebelumnya dirancang untuk beroperasi pada tingkat jangka panjang 90.000 ton bijih per hari,” tulis manajemen FCX dalam dokumen resminya, Rabu (27/1/2026).

“Studi tersebut mengidentifikasi peluang perluasan biaya rendah untuk meningkatkan kapasitas desain Kucing Liar menjadi 130.000 ton bijih per hari dan meningkatkan cadangan Kucing Liar sekitar 20%,” kata manajemen FCX.

Di sisi lain, Direktur Utama PTFI Tony Wenas menilai keberlanjutan produksi setelah 2029 akan didukung oleh mulai beroperasinya tambang bawah tanah Kucing Liar, yang saat ini masih dalam tahap pengembangan.

Tambang tersebut disiapkan untuk menggantikan kontribusi Deep Mill Level Zone (DMLZ) yang secara bertahap mengalami penurunan tonase sehingga produksi perusahaan dapat tetap terjaga.

"Pada 2029 direncanakan tambang Kucing Liar akan mulai bisa kita tambang untuk menggantikan DMLZ yang mulai merendah tonasenya, sehingga kelangsungan penambangan sekitar 220.000 ton bijih per hari dapat dilanjutkan," kata Tony dalam agenda rapat dengar pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Selasa (14/7/2026).

(azr/wdh)

No more pages