Logo Bloomberg Technoz

Tambang Kucing Liar: Proyek Menantang Freeport di Bawah Tanah

Azura Yumna Ramadani Purnama
13 August 2026 10:00

Truk sampah bersiap membongkar bijih ke dalam mesin penghancur di bawah tanah di kompleks pertambangan Grasberg milik Freeport./Bloomberg-Dadang Tri
Truk sampah bersiap membongkar bijih ke dalam mesin penghancur di bawah tanah di kompleks pertambangan Grasberg milik Freeport./Bloomberg-Dadang Tri

Bloomberg Technoz, Jakarta – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) memprediksi pengembangan tambang Kucing Liar milik PT Freeport Indonesia (PTFI) bakal cukup menantang, sebab tambang tersebut menggunakan mengadopsi sistem penambangan bawah tanah (underground pit).

Ketua Umum Perhapi Sudirman Widhy Hartono mencatat kegiatan eksplorasi yang dilakukan Freeport di tambang Kucing Liar sudah dilakukan sejak 2022 dan saat ini sudah masuk tahap pembangunan infrastruktur.

Dia menilai infrastruktur tambang bawah tanah sangat berbeda dengan tambang open pit atau tambang terbuka, sebab tambang bawah tanah memiliki sistem yang sangat kompleks dan harus memiliki standar keamanan tinggi.


“Kerangka kerja teknis tambang block caving sangat rumit, membutuhkan pembukaan akses terowongan baru yang dalam. Dalam pekerjaan pengembangan infrastruktur ini juga harus membangun jaringan terowongan, sistem ventilasi, dan jalur transportasi bijih yang sangat panjang di medan ekstrem,” kata Sudirman ketika dihubungi, Kamis (13/8/2026).

Truk membongkar bijih ke dalam mesin penghancur di area bawah tanah di kompleks pertambangan tembaga dan emas Grasberg milik Freeport./Bloomberg

Sudirman juga mencatat pengembangan tambang Kucing Liar sempat sedikit tertunda gegara terdampak penyesuaian jadwal usai insiden longsor di tambang Grasberg Block Cave (GBC).