Logo Bloomberg Technoz

TAMBANG TIMAH

TINS Beber Duduk Perkara Habisnya RKAB Timah di Belitung

Azura Yumna Ramadani Purnama
28 September 2026 08:40

Ekskavator mengupas lapisan penutup untuk mendapatkan bijih timah di lubang tambang operasi PT Timah di Sungai Liat, Pulau Bangka./Bloomberg
Ekskavator mengupas lapisan penutup untuk mendapatkan bijih timah di lubang tambang operasi PT Timah di Sungai Liat, Pulau Bangka./Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Timah (Persero) Tbk. (TINS) mengungkapkan kuota produksi timah dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 di Pulau Belitung habis setelah perseroan bersama pemerintah secara masif memberantas praktik penambangan ilegal di sekitar izin usaha pertambangan (IUP) perusahaan.

Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Transformasi Korporasi TINS Ratih Mayasari menyatakan kuota produksi dalam RKAB 2026 yang diajukan oleh perseroan telah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk cadangan dan sumber daya timah di IUP Belitung.

Kendati begitu, pada tahun ini terdapat peningkatan serapan timah dari mitra atau perusahaan jasa pertambangan (PJP) ke perseroan. Hingga akhirnya, kuota produksi IUP Belitung habis sebelum tahun berakhir.

Aktivitas penambangan timah menggunakan alat sederhana di Desa Air Jangkang, Pulau Bangka. (Dok Dimas Ardian/Bloomberg)

Ratih tidak mengungkapkan besaran kuota produksi IUP Belitung yang didapatkan pada tahun ini dan besaran peningkatan serapan timah dari mitra.

Dia hanya menegasakan terdapat peningkatan serapan bijih timah dari mitra jasa pertambangan usai masifnya penertiban aktivitas pertambangan ilegal.