Tambang Nikel Tanamalia: Digarap Vale, Ramaikan Pasar Baterai
Azura Yumna Ramadani Purnama
13 August 2026 09:20

Bloomberg Technoz, Jakarta – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) menilai langkah PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) mengembangkan tambang baru di Blok Tanamalia sejalan dengan maraknya peredaran bahan baku baterai mobil listrik berupa mixed hydroxide precipitate (MHP) atau mixed sulfide precipitate (MSP).
Ketua Umum Perhapi Sudirman Widhy Hartono mengatakan bijih nikel kadar rendah atau limonit yang terkandung di tambang Tanamalia merupakan bahan baku produk antara baterai nikel seperti MHP, yang bakal diolah smelter hidrometalurgi berbasis high pressure acid leach (HPAL).
Dia memandang pemanfaatan bijih limonit dan pengembangan smelter HPAL memang mulai marak digencarkan sekitar 5 tahun terakhir. Dengan begitu, langkah Vale mengembangkan tambang dan smelter HPAL di Blok Tanamalia dinilai bakal turut meramaikan pasar bahan baku baterai.
“Saat ini memang waktu yang tepat bagi perusahaan-perusahaan tambang nikel seperti PT Vale untuk melakukan pengolahan bijih nikel kadar rendah ini sehubungan dengan digencarkannya program produksi baterai nasional yang dicanangkan pemerintah,” kata Sudirman ketika dihubungi, Kamis (13/8/2026).
Lebih lanjut, Sudirman menegaskan bahwa Blok Tanamalia sebenarnya sudah masuk ke dalam konsesi Vale sejak era kontrak karya (KK) ketika Vale bernama PT International Nickel Indonesia (INCO).































