Logo Bloomberg Technoz

Blok Tanamalia Masuk Hutan Lindung, Bos Vale Respons

Azura Yumna Ramadani Purnama
08 August 2026 06:00

Area pembuangan terak yang dioperasikan oleh PT Vale Indonesia di Sorowako, Sulawesi Selatan, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian
Area pembuangan terak yang dioperasikan oleh PT Vale Indonesia di Sorowako, Sulawesi Selatan, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Bernadus Arnanto buka suara ihwal lokasi tambang Blok Tanamalia yang masuk ke dalam hutan lindung dan hutan produksi terbatas, yang salah satunya menjadi lokasi perkebunan merica.

Anto, sapaan akrabnya, menyatakan bakal memastikan seluruh pengembangan Blok Tanamalia dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

Anto juga menyadari sebagian lokasi tambang baru perseroan berada di wilayah sumber penghasil masyarakat setempat. Dia mengklaim penyelesaian persoalan tersebut bakal dilakukan sebaik mungkin.


“Ya kita gini, intinya kita harus tetap patuh hukum, kemudian kita menyadari ada masyarakat di sana, sebisa mungkin kita upayakan penyelesaiannya adalah penyelesaian yang humanis,” kata Bernadus usai Peluncuran dan Diskusi Buku Bahlil Lahadalia di Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Anto juga buka suara ihwal kepastian divisi baterai Volkswagen AG (VW), PowerCO, menjadi mitra perseroan dalam pengembangan smelter hidrometalurgi berbasis high pressure acid leach (HPAL) di Blok Tanamalia.