Logo Bloomberg Technoz

Pada 2027 pemerintah China menetapkan target rantai pasok industri yang aman dan andal serta peningkatan skala komersialisasi.

Dukungan tersebut kemudian diterjemahkan pemerintah daerah ke dalam kebijakan yang lebih konkret.

Lens Technology Co. pamerkan perangkat robitika mereka di Konferensi AI Dunia di Shanghai, China. dok: Qilai Shen/Bloomberg

Beijing Economic-Technological Development Area, misalnya, memberikan dukungan untuk pengembangan rantai pasok robot, termasuk subsidi hingga 10% dari nilai pasokan komponen robot, dukungan pembangunan platform rantai pasok hingga 30% dari nilai investasi proyek, serta subsidi untuk produksi dan penjualan robot humanoid.

Kota Ningbo juga menerbitkan kebijakan khusus untuk mempercepat inovasi industri robot humanoid, termasuk dukungan pembangunan pusat inovasi, pusat teknologi rekayasa industri, dan fasilitas teknologi perusahaan. Namun, kebijakan tersebut hanya menjadi salah satu bagian dari ekosistem yang lebih besar.|

China sudah memiliki basis manufaktur yang sangat luas untuk memproduksi komponen yang dibutuhkan robot humanoid. Industri tersebut membutuhkan motor, aktuator, sensor, baterai, pengendali, semikonduktor hingga komponen presisi yang juga digunakan dalam kendaraan listrik dan industri elektronik.

Laporan TrendForce pada Juli 2026 menyebut industri robot humanoid China berupaya memanfaatkan rantai pasok kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV) yang sudah berkembang guna memenuhi kebutuhan lapisan gerak dan tenaga robot.

Baca Juga: Laporan Sebut Robot Humanoid China Kuasai 97% Pasar Global

Masih dari laporan tersebut, pemerintah menjadi salah satu pendorong utama perkembangan industri, sementara integrasi dengan rantai pasok NEV menjadi faktor penting dalam meningkatkan kemampuan produksi domestik. Hal ini menciptakan keunggulan biaya.

Reuters dalam laporan mengenai Unitree menyebut model produksi perusahaan tersebut menunjukkan bagaimana rantai pasok domestik China memungkinkan produksi robot dengan biaya yang lebih efisien. Unitree sendiri awalnya dikenal sebagai produsen robot berkaki empat sebelum masuk lebih dalam ke pasar humanoid.

Keunggulan lain datang dari kemampuan perusahaan China untuk melakukan iterasi produk secara cepat.

AgiBot, misalnya, didirikan pada Februari 2023. Dalam waktu kurang dari dua tahun, AgiBot telah memproduksi robot humanoid general-purpose ke-1.000 pada Januari 2025. Pada Juni 2026, AgiBot mengumumkan robot ke-15.000 telah keluar dari lini produksi.

Sementara Unitree memulai bisnisnya dari robot berkaki empat. Perusahaan yang didirikan pada 2016 tersebut kemudian mengembangkan lini humanoid seperti G1, H1, dan R1. Reuters melaporkan Unitree mencatat pendapatan 1,7 miliar yuan pada 2025, meningkat lebih dari empat kali lipat, dengan bisnis humanoid menyumbang sekitar 867,8 juta yuan.

Skala produksi tersebut juga menghasilkan keuntungan lain: data.

Semakin banyak robot digunakan di dunia nyata, semakin banyak data mengenai gerakan, lingkungan, interaksi manusia dan penyelesaian tugas yang dapat dikumpulkan. Data tersebut kemudian dapat digunakan untuk melatih model AI agar robot mampu menjalankan tugas yang lebih kompleks.

Chief Scientist AgiBot Luo Jianlan sebelumnya mengatakan semakin banyak robot yang diterapkan, semakin banyak data dunia nyata yang dapat dikumpulkan untuk melatih model yang lebih baik. Dengan demikian, kemajuan robot humanoid China lebih tepat dilihat sebagai kombinasi antara kebijakan industri, basis manufaktur, rantai pasok domestik, modal, kemampuan produksi massal dan pasar domestik yang besar.

Pemerintah memang berperan dalam menciptakan insentif dan infrastruktur industri. Namun, keunggulan China tidak berhenti pada subsidi. Kemampuan memproduksi komponen dalam jumlah besar, menekan biaya, menguji robot di berbagai skenario dan mengubah hasil pengujian menjadi data menjadi faktor yang ikut menentukan posisi China sebagai pemimpin awal industri robot humanoid global.

(fik/wep)

No more pages