Logo Bloomberg Technoz

KRISIS ENERGI

Berburu Minyak Murah, RI Disebut Kalah Saing dari India & China

Sabrina Mulia Rhamadanty
24 September 2026 11:00

Kapal Floating Storage and Offloading (FSO) Pertamina Abherka milik PT Pertamina International Shipping (PIS). (Dok. Pertamina International Shipping)
Kapal Floating Storage and Offloading (FSO) Pertamina Abherka milik PT Pertamina International Shipping (PIS). (Dok. Pertamina International Shipping)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Di tengah gelombang krisis bahan bakar minyak (BBM) global yang memicu lonjakan harga energi dunia, Indonesia dinilai menghadapi tantangan besar dalam mengamankan pasokan minyak mentah dengan harga terjangkau. 

Praktisi senior industri minyak dan gas bumi (migas) sekaligus Presiden Direktur PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC) Hadi Ismoyo menilai posisi tawar Indonesia masih kalah jauh jika dibandingkan dengan negara konsumen energi raksasa seperti India dan China.

“Posisi tawar RI tidak sekuat India dan China sehingga berani trading minyak dengan Rusia,” kata Hadi saat dihubungi Bloomberg Technoz, Kamis (24/9/2026). 


Kedua negara tersebut dinilai memiliki daya tawar yang sangat kuat sehingga berani mengambil risiko politik dan logistik demi memanfaatkan diskon harga minyak dari negeri beruang merah tersebut di tengah krisis global.

Tangki penyimpanan China Petroleum & Chemical Corp. (Sinopec) di terminal kontainer di Hong Kong, China./Bloomberg-Lam Yik

Posisi tawar Indonesia yang lebih lemah, ujar Hadi, berimplikasi langsung pada tingginya kerentanan struktural anggaran dan finansial energi nasional.