
Bloomberg Technoz, Jakarta - Puluhan delegasi PBB kembali melakukan aksi walkout atau meninggalkan ruangan ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersiap menyampaikan pidato yang berapi-api, di mana ia melimpahkan pujian kepada Presiden AS Donald Trump sekaligus menyerang para pengkritik Israel.
Netanyahu menggunakan pidatonya untuk mengecam tuduhan genosida yang dilontarkan oleh penyelidikan yang didukung PBB, kelompok hak asasi manusia, para akademisi yang mengkaji genosida, serta para pemimpin dunia dalam KTT PBB pekan ini. Ia menyebut tuduhan tersebut sebagai “kebohongan terbesar abad ini”.
Netanyahu secara khusus menyasar Wali Kota New York Zohran Mamdani, yang menyebut Netanyahu sebagai “arsitek genosida yang mengerikan” dan sebelumnya mengatakan bahwa dirinya mungkin akan memerintahkan Kepolisian New York untuk menangkap Netanyahu. Netanyahu menjadi subjek surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan perang di Gaza.
“Kepada semua pihak yang menyebarkan kebohongan ini tentang negara saya dan tentang para prajurit kami yang berani, baik mereka yang duduk di ruangan ini maupun di kantor wali kota New York yang antisemit, saya katakan: kalian seharusnya malu,” kata Netanyahu, dikutip dari CNN.
Netanyahu menghadapi aksi walkout serupa pada KTT tahunan para pemimpin dunia PBB tahun lalu. Pidato tahun ini disampaikan di tengah persiapannya menghadapi pemilu mendatang di Israel, di mana ia kian terisolasi dari komunitas internasional.































