Rupiah Terkoreksi, Minyak Kembali Jadi Beban
Tim Riset Bloomberg Technoz
11 August 2026 09:16

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan dengan pelemahan 0,23% ke Rp17.803/US$, pada perdagangan spot Selasa (11/8/2026).
Rupiah berbalik arah, setelah kemarin menguat tertopang oleh sentimen positif, salah satunya kepastian mengenai calon gubernur Bank Indonesia (BI) dengan pengajuan Destry Damayanti dalam Surat Presiden (Supres) kepada DPR-RI.
Hari ini, rupiah masih terbebani oleh harga minyak mentah yang kembali melambung ke US$87/barel, serta eskalasi perang setelah adanya penyerangan oleh drone terhadap kilang minyak di Libya bagian barat baru-baru ini.
Serangan itu menghancurkan sebuah tangki penyimpanan, meningkatkan risiko terhadap fasilitas minyak dan berpotensi memperburuk kelangkaan bahan bakar di negara anggota OPEC tersebut.
Dari pasar Asia, sebagian besar mata uang menguat, namun relatif terbatas. Seperti won Korea Selatan menguat 0,17%, dan yen Jepang menguat 0,1%. Sementara, dolar Taiwan, lebih terbatas 0,07%, dolar Singapura dan baht Thailand, masing-masing 0,02%. Sebaliknya, peso Filipina anjlok 0,38%, disusul ringgit Malaysia yang lebih terbatas pelemahannya 0,02%.


































