Produksi Minyak Sawit 2027 Diproyeksi Turun 3% Gegara El Niño
News
26 September 2026 07:00

Kanupriya Kapoor dan Mary Hui - Bloomberg News
Bloomberg, Indonesia dan Malaysia diperkirakan akan memproduksi lebih sedikit minyak sawit pada 2027, karena cuaca kering berkepanjangan akibat fenomena El Niño yang kuat akan menekan hasil panen tahun depan. Akibatnya, pasokan global ketat dan harga meningkat.
Produksi di dua negara penghasil terbesar dunia ini diprediksi turun sekitar 3%, menurut estimasi median dari tujuh analis yang disurvei Bloomberg News terkait pasokan dari kedua negara tersebut. Produksi kemungkinan akan turun menjadi 49 juta ton di Indonesia dan 19,5 juta ton di Malaysia.
Cuaca kering yang berkepanjangan—ditambah dengan mandatori biodiesel berbasis sawit yang terus diperluas di Indonesia serta penurunan hasil panen akibat pohon-pohon yang semakin tua—berpotensi membatasi pasokan dan mendorong harga acuan minyak sawit mendekati 5.000 ringgit per ton tahun depan, menurut tiga analis.
Pasar komoditas pertanian telah bersiap menghadapi dampak El Niño yang kuat, di mana kondisi panas dan kering diperkirakan akan berlangsung lebih lama dari periode biasanya (April-September) di Indonesia.

































